7 dari 8 Perusahaan Teknologi besar Amerika yang Dikelola Warga Non-Amerika

7 dari 8 Perusahaan Teknologi besar Amerika yang Dikelola Warga Non-Amerika

Saat ini, industri teknologi menjadi salah satu bidang yang paling menjanjikan untuk digarap. Sebab, dalam industri #teknologi setiap saat diciptakan produk dan jasa layanan baru yang mempermudah kehidupan manusia. Dari situlah banyak orang dari berbagai negara merasa tertarik mendalami bidang industri teknologi. Amerika serikat menjadi jawaban kemana tujuan utama para pengusaha bidang teknologi mengembangkan bisnisnya. Alasannya, selain bisa mendapatkan lebih banyak dukungan baik pendanaan maupun sarana prasarana, para pengusaha teknologi juga didorong  ekosistem sehingga terlahir teknologi baru. Menariknya, mayoritas pendiri maupun co-founder perusahaan teknologi terbaik yang di Amerika justru bukanlah warga asli Amerika. Siapa saja orang-orang tersebut? Simak ulasan lengkapnya Berikut.

7 dari 8 Perusahaan Teknologi besar Amerika yang Dikelola Warga Non-Amerika

8 perusahaan teknologi terbesar di Amerika

Perusahaan teknologi terbesar pertama ditempati oleh Apple, yang didirikan oleh Steve Job, generasi kedua imigran Syria yang pindah ke Amerika. Selanjutnya, ada Sergey Brin dari Google yang ternyata adalah generasi pertama berkenegaraan Rusia. Bill Gates dengan perusahaan Microsoft menempati posisi ketiga, dan ternyata hanya dirinyalah yang merupakan warga Amerika asli. Selanjutnya ada seorang keturunan Brazil sebagai co-founder Facebook, Eduardo Saverin.

Posisi kelima ditempati Jeff Bezos, bos perusahaan #e-commerce Amazon yang tak lain adalah generasi kedua dari negara Kuba. Diikuti Larry Ellison sebagai pendiri Oracle yakni generasi kedua dari keluarga asli Rusia. Berikutnya, ada Herman Hollerith pendiri perusahaan komputer IBM yang merupakan keturunan warga Jerman. Terakhir, ada darah italia pada founder Qualcomm, Andrew Viterbi.

Ternyata tidak hanya itu. Karena, Masih banyak nama-nama lain di industri teknologi Seperti contohnya co-founder Uber, Travis Kalanick adalah generasi kedua imigran Ceko. Kemudian, miliarder dengan julukan Iron Man di dunia nyata, Elon Musk merupakan keturunan warga Afrika Selatan.

Perusahaan teknologi yang sukses dibangun di negara masing-masing perantau Amerika

Terdapat beberapa orang dalam kisah sukses pengusaha di bidang teknologi yang berhasil mendirikan perusahaan besar di negaranya masing-masing setelah menghabiskan banyak waktu di Amerika. di antaranya Jack Ma, pendiri Alibaba, serta pendiri Baidu, Robin Li. Hal serupa juga dialami Azim Premji yang merupakan taipan asal India sukses mendirikan bisnis teknologi Wipro limited, setelah beberapa tahun mengadu nasib di Amerika.

Bahkan Negara Jepang yang juga terkenal sebagai pusat perkembangan teknologi, juga mencantumkan nama Masayoshi Son yang setelah sebelumnya merintis bisnis di negeri Hollywood kini sukses mendirikan Softbank dan Yahoo! Japan.

Tak perlu mengambil contoh dari negeri lain, karena di Indonesia sendiri, juga terdapat contoh nyata pengusaha sukses di bidang teknologi yang bermodal pendidikan di Amerika Serikat, seperti pendiri #Kaskus Andrew Darwis serta pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

Menilik kesuksesan para pebisnis di bidang teknologi yang pernah mencicipi besarnya pengaruh Amerika Serikat, tidak lantas membuat Anda harus terpaku memulai karir bisnis di negara paman sam. Yang bisa dipelajari ialah, tak jarang tempat Anda mengembangkan bisnis juga mampu memberi pengaruh besar terhadap masa depan bisnis yang dijalankan. Namun, jika Anda memang berkesempatan untuk memulai bisnis di Negeri tersebut, sebaiknya memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.

Be Sociable, Share!