Apa itu kecerdasan buatan?

Jika anda pernah menonton film The Matrix, anda akan sekilas mendengar istilah kecerdasan buatan atau dalam istilah ilmiah di sebut sebagai Artificial Intelegency. Dalam film berdurasi panjang itu, di ceritakan bahwa manusia terkurung dalam sebuah dunia maya yang diciptakan oleh sebuah kecerdasan buatan. Dalam The Matrix, semuanya menjadi nyata. Padahal itu adalah ilusi belaka. Film dengan tokoh utama bernama Neo itu sebenarnya menceritakan kisah umat manusia yang berperang melawan sebuah kecerdasan buatan yang dibuat sendiri oleh umat manusia. Kecerdasan buatan memberontak dan melawan manusia. Manusia dengan sekuat tenaga melawan kecerdasan buatan yang malah menjadi senjata yang memakan tuannya sendiri.

Namun, semua cerita tentang kecerdasan buatan tersebut hanyalah kisah fiksi belaka. Alias tak nyata. Tetapi, bukan tak mungkin bila kecerdasan buatan memang suatu hari kelak bakal tercipta juga.

Karena, kecerdasan buatan semakin hari semakin mendekati kenyataan. Apalagi dengan perkembangan teknologi computer yang kian hari kian maju saja. Kini, anda sudah mampu menemukan sebuah computer dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan ini mampu mengolah pengetahuan dan mengolahnya. Dan secara tak langsung, perannya ini telah membantu pekerjaan manusia.

Dengan adanya kecerdasan buatan, sebuah teknologi bisa dijalankan dengan otomotis. Ini telah diterapkan pada teknologi penerbangan dengan system autopilotnya.

Kecerdasan buatan ini memiliki beberapa metode dalam mengolah pengetahuan. Berikut adalah beberapa metode itu:

Baca Juga: Kecerdasan Buatan Robot Anki Cozmo

  • Sistem Pakar

System pakar adalah salah satu metode yang digunakan oleh sebuah kecerdasan buatan. Caranya ialah dengan melakukan beberapa pertimbangan dari data data yang diolah menjadi informasi. Dari informasi tersebut, muncul kecenderungan pada setiap informasi. Maka, dari sinilah kecerdasan buatan melakukan sebuah kesimpulan.

  • Pertimbangan Berdasarkan Kasus

Kecerdasan buatan juga mampu melakukan analisa terhadap sebuah kasus. Kecerdasan buatan mampu membuat simpulan simpulan dari beberapa premis yang terkandung dalam kasus tersebut. Dari sinilah logika kecerdasan buatan melakukan kerjanya. Berdasarkan premis premis ilmiah yang diolah ke dalam bahasa alogaritma matematika, kecerdasan buatan mampu membuat analisa kasus yang hampir menuju akurasi yang utuh.

  • Berdasarkan pola

Kecerdasan buatan juga mampu membuat kesimpulan kesimpulan dari sebuah pola. Teknologi kecerdasan buatan mampu membaca pola pola yang mengarah pada kesimpulan tertentu. Pola pola ini dibentuk dengan beberapa bahasa alogaritma matematika. Sehingga keakuratannya semakin besar.

Dengan metode metode tersebut, kecerdasan buatan mampu memulai menggantikan peran manusia. Manusia semakin terbantu dengan kemampuan tersebut. Pekerjaan manusia yang berat bisa menjadi ringan jika dibantu oleh sebuah kecerdasan buatan. Bahkan pekerjaan yang rumit dan membutuhkan tingkat berpikir yang tinggi, barangkali juga bisa diurai oleh sebuah kecerdasan buatan. Namun, kita tentu masih terus berharap terhadap kemampuan kecerdasan buatan. Karena hingga saat ini, kecerdasan buatan masih mengalami proses penelitian dan pengembangan.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *