Berita Teknologi tentang Penarikan Samsung Galaxy Note 7

Beberapa waktu terakhir ini, salah satu berita teknologi yang banyak menyita perhatian masyarakat adalah tentang penarikan Samsung Galaxy Note 7 di seluruh dunia yang sebelumnya telah terjual di pasaran sebanyak 2.5 juta unit.

Samsung Electronic Co. Ltd melakukan penarikan produk ini dikarenakan adanya bayak laporan mengenai adanya ledakan baterai Samsung Galaxy Note 7 serta piranti gawai yang rawan terbakar.   

Penarikan kembali produk Galaxy Note 7 ini tentunya merupakan sebuah pukulan besar bagi Samsung, apalagi produk ini baru dipasarkan selama 2 minggu. Strategy Analytics menyebutkan bahwa adanya penarikan produk Samsung ini memotong keuntungan hingga 1,5 persen.

Ini adalah penarikan produk besar-besaran pertama, karena sebelumnya Samsung belum pernah melakukan hal ini. Samsung selalu membanggakan kecakapan manufaktur yang dimiliki dalam setiap iklannya.  

Kalangan analitis menyebutkan bahwa Samsung harus melakukan tindak cepat untuk meminimalisasi kerusakan dalam pemulihan gawai premium, karena kejadian ini telah mengakibatkan penurunan pangsa pasar Samsung.

Pada awal peluncurannya, produk Galaxy Note 7 ini diluncurkan di kawasan Asia, Amerika Utara, dan Timur tengah yang kemudian akhirnya dihentikan. Menurut Samsung, baterai galaxy Note 7 yang terindikasi mengalami permasalahan kurang dari 0,1 persen dari jumlah total produk yang dijual.  

Baca Juga:Smartphone Terbaru Samsung Paling Dinanti Tahun 2016

Akan tetapi, demi menjaga kepercayaan konsumen pada produk-produk Samsung, maka samsung tetap melakukan penarikan seluruh unit Samsung galaxy Note di seluruh dunia. Semua vendor distributor di seluruh dunia juga sudah membatalkan perilisan produk ini, salah satunya adalah Deutsche Telekom, operator terbesar di Jerman juga telah menghentikan pra penjualannya, dan menggagalkan perilisan produk Galaxy Note 7 ini.  

Sebelumnya Galaxy Note 7 telah dipromosikan dengan tujuan untuk mempertahankan momentum penjualan yang tinggi, akan tetapi berita teknologi tentang ledakan dan kerukasan Galaxy Note 7 ini telah merusak momentum tersebut.

Setelah kejadian penarikan Galaxy Note 7 dari pasar ini, nilai saham samsung juga mengalami penurunan secara drastis sebanyak 7 persen dan ini membuat kemerosotan tajam pada valuasi perusahaan senilai USD 14 Triliun.

Menurut laporan, total ada 35 kasus ledakan karena adanya cacat pada baterai, akhirnya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, samsung pun melakukan penarikan produk, dan konsumen yang telah melakukan pembelian diharapkan untuk mengembalikan produk dengan pilihan penggantian kompensasi, yaitu perbaikan, pengembalian uang, atau penggantian produk dengan ponsel tipe lainnya.

Awalnya banyak yang menyebutkan bahwa Galaxy Note 7 akan menjadi ponsel pintar terbaik, akan tetapi produk tersebut justru menjadi ponsel pintar terburuk dalam sejarah.

Itulah berita teknologi paling menggemparkan di tahun 2016 ini.Meski mengejutkan, namun berita ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi para produsen ponsel untuk memproduksi ponsel yang lebih canggih dan aman bagi konsumennya.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *