Cara Kerja Kapal Selam dan Sistem Navigasinya

Cara Kerja Kapal Selam dan Sistem Navigasinya

Kapal selam merupakan kapal laut yang dapat menyelam hingga ke dasar laut. Kapal seperti ini digunakan untuk menikmati keindahan bawah laut tanpa harus menyelam dan tanpa kostum penyelam. Kapal ini dirancang berbeda dari kapal-kapal lainnya karena harus mampu menyelam dan kembali diatas permukaan laut. Kapal ini sudah dirancang supaya orang yang berada dalam kapal tersebut supaya tetap mendapatkan oksigen dengan baik. Cara kerja kapal ini juga berbeda dengan kapal laut biasa yang terapung diatas permukaan karena kapal ini harus memiliki teknologi keselamatan.

Cara Kerja Kapal Selam dan Sistem Navigasinya

Berikut adalah penjelasan cara kerja kapal selam diantaranya:

  • Proses buoyancy force untuk timbul dan tenggelam di dalam laut, untuk itu kapal ini harus memiliki gaya apung yang didukung oleh tangki-tangki yang diisi air dan udara sebagai pelengkap dan penyeimbang. Saat berada diatas permukaan, tangki berisi udara dan ketika menyelam tangki berisi air karena udara dilepaskan sehingga massa jenis air lebih besar.
  • Hydroplane untuk mengontrol penyelaman, kapal ini dilengkapi sayap-sayap pendek untuk membantu mengatur arah penyelaman. Saat mencapai kedalaman maka hydroplane diluruskan untuk memampukan kapal berjalan lurus. Saat kapal muncul ke permukaan udara akan menekan dari tabung-tabung supaya air keluar.
  • Secondary propulsion motor untuk berputar, memiliki ekor untuk membantu kapal dapat berbelok ke kanan dan ke kiri. Kapal ini memiliki motor penggerak yang dapat dimasukkan dan dikeluarkan dan berputar 360 derajat.

 Baca Juga:Fungsi Kapal Selam untuk Sebuah Negara dan Dunia Kemiliteran  

Kapal selam memang memiliki hal yang berbeda dari segi cara kerjanya. Oleh karena ini hal ini sangat penting untuk diketahui oleh orang-orang. Di dalam kapal oksigen harus terus diisi supaya orang yang berada di dalam kapal tidak sesak napas atau tidak kekurangan oksigen. Dalam kapal juga karbondioksida harus dihilangkan supaya tidak keracunan selama berada dalam kapal. Embun juga yang dihembuskan harus dihilangkan.

Kapal ini juga memiliki sistem navigasi kapal yang berbeda dari kapal lainnya diantaranya:

  • Global Positioning System (GPS) dapat digunakan selama berada diatas air karena akan menunjukkan arah mata angin, menentukan posisi, kecepatan dan juga memastikan kapal tidak tersesat selama berada di laut.
  • Inertial Guidance dapat digunakan selama kapal berada dalam laut sehingga tetap menjaga jalur pergerakan kapal dan titik awal yang digunakan sebagai gyroscope.

Selain sistem navigasi diatas juga SONAR system yang menggunakan suara gelombang bawah air yang kemudian dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi suatu objek dan mengukur jarak bawah laut. Kapal selam saat ini sudah dirancang untuk dapat melihat keindahan bawah laut dalam kapal laut. Kapal ini lebih banyak digunakan oleh berbagai instansi resmi pertahanan negara, hal ini baik digunakan karena gerakan bawah laut yang tidak mudah dideteksi ketika melihat orang luar yang melewati perbatasan negara tanpa izin.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *