Dukung Teknologi Kesehatan, Google Siapkan Kecerdasan Buatan

Dukung Teknologi Kesehatan, Google Siapkan Kecerdasan Buatan

Posisi kecerdasan buatan dalam perkembangan teknologi saat ini seakan tidak terelakkan lagi. Belum lama ini, divisi kecerdasan buatan di Google yang bernama DeepMind melakukan suatu pengembangan yang bisa dibilang sebagai lompatan besar dalam teknologi kesehatan. Dalam laporan terbarunya, DeepMind masih mengembangkan agar sistem kecerdasan buatan dapat memprediksi kapankah seseorang akan mati. Dengan kata lain, AI dapat digunakan untuk membantu tugas tenaga medis dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang.

Dukung Teknologi Kesehatan, Google Siapkan Kecerdasan Buatan

Seperti yang dikutip di The Next Web, Jumat (2/3/2018) yang lalu, kecerdasan di DeepMind diisi dengan catatan medis milik 700 ribu orang veteran dari Amerika Serikat. Melalui langkah ini, sistem selanjutnya mulai mempelajari serta memprediksi bagaimana kondisi kesehatan pasien, termasuk adanya kemungkinan meninggal dunia. Sistem ini dikatakan bisa membantu tugas perawat maupun dokter melakukan tugas pengawasan pasien. Seperti yang diketahui bahwa perawat maupun dokter memiliki tugas untuk mengawasi pasien yang dirawat.

Masalahnya adalah, pengawasan tenaga medis ini umumnya tidak mungkin dilakukan secara sekaligus dan tak jarang mengandalkan sensor maupun alat yang terpasang di pasien. Maka dari apabila DeepMind sanggup mengatasi masalah ini pada sistem AI, maka kemungkinan fungsi pengawasan para tenaga medis bisa digantikan oleh mesin. Pengawasan oleh mesin ini bahkan bisa dilakukan sepanjang waktu tanpa ada waktu jeda istirahat. Pemanfaatan teknologi kesehatan seperi ini semakin menekan terjadinya human-error terhadap tindakan medis.

Sementara itu, peneliti Google bersama anak perusahannya bidang kesehatan, Verily, menemukan suatu cara baru dalam menganalisa apakah seseorang memiliki risiko penyakit jantung dengan menggunakan kecerdasan buatan. The Verge enulis bahwa kedua pihak menggunakan software dengan machine learning yang dapat menganalisa bagian mata seseorang. Software tersebut diakui sangat akurat dalam mengumpulkan data seseorang, dari umur, tekanan darah hingga kebiasan merokok sekalipun.

Dengan data ini, software kemudian memprediksi apakah seseorang memiliki masalah jantung misalnya serangan jantung atau lainnya. Software buatan Google ini dikatakan memiliki tingkat akurasi setara metode teknologi kesehatan konvensional saat ini. Mesin ini bisa dijadikan alternatif baru para dokter dalam mendiagnosa pasien karena berdasar hasil pengujian, terbukti membuat proses analisa berjalan lebih cepat sekaligus mudah. Dengan kata lain, Anda tidak harus melakukan uji darah untuk menentukan apa saja masalah kesehatan yang Anda alami.

Algoritma yang berbasis Artificial Intellegent ini diharapkan sanggup menciptakan input medis baru tanpa adanya campur tangan manusia. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa algoritma teknologi kesehatan seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai jalan untuk penemuan ilmiah yang lebih baru lagi di masa depan. Memperhitungkan potensi tersebut, Google memiliki inisiatif dengan membentuk Project Baseline yang berfungsi untuk mengumpulkan catatan medis milik 10 ribu orang selama 4 tahun terakhir.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *