Kelebihan Dan Kekurangan Baterai Wireless

Baterai wireless atau wireless charger atau dikenal juga dengan istilah pengisian induktif merupakan medan elektromagnetik yang digunakan untuk menstransfer energi diantara dua benda. Bisanya dilakukan dengan menggunakan sebuah stasiun pengisian.

Energi akan dikirim melalui pad induktif ke bagian perangkat listrik lalu kemudian dapat menggunakan daya energi tersebut untuk mengisi baterai pada perangkat yang digunakan. Sebenarnya teknologi ini bukan konsep baru. Pada abad ke-19 Nikolai Tesla pernah mendemonstrasikan daya listrik ditransmisikan secara nirkabel. Namun pada saat itu konsep tersebut tidak banyak dikembangkan.

Seperti namanya sistem pengisian ulang baterai tanpa menggunakan kabel dan tidak ada lagi kabel yang harus dicolokkan ke sumber listrik dan ke, sebut saja smartphone.

Saat ini penggunaan baterai wireless popular di masyarakat. Dalam artikel ini kita akan membahas kelebihan dan kekurangannya.

Keuntungannya

  • Tidak beresiko terkena sengatan listrik atau terjadi korslet karena tidak ada konduktor yang digunakan oleh alat ini. Contohnya pada alat cukur atau sikat gigi.
  • Perlindungan koneksi karena perangkat tertutup seluruhnya sehingga jauh dari air atau oksigen.
  • Lebih aman, contohnya untuk perangkat medis memungkinkan pengisian melalui kulit dibandingkan jika menggunakan kabel menembus kulit akan beresiko terjadi infeksi.
  • Lebih nyaman dibandingkan jika perangkat harus diisi dengan menghubungkan kabel listrik.
  • lebih mudah digunakan dibandingkan harus mencolokkan ke kabel listrik.

Kekurangannya

Dibalik kelebihan charger wireless memiliki kekurangan. Dengan mengetahui kekurangannya, membantu kita menghindari kesalahan atau mengantisipasi beberapa hal dsb.

  • Kelemahannya adalah efisiensi yang rendah dan dapat meningkatkan resistif dibandingkan dengan kontak langsung. Implementasi yang menggunakan frekuensi rendah atau menggunakan teknologi drive yang tua hasilnya akan lambat dan menghasilkan panas dalam kebanyakan elektronik portable.
  • Harganya lebih mahal karena proses pengisian induktif memerlukan drive elektronik dan kumparan pada perangkat elektronik dan charger. artinya semakin meningkatkan biaya.
  • Kadang ada ketidaknyamanan karena perangkat mobile yang dicharger harus dibiarkan, tidak bisa dipindahkan saat pengisian. Berbeda dengan perangkat yang terhubung dengan kabel, pengguna bisa bergerak bebas dan bisa digunakan saat diisi.
  • Kadang terjadi ketidaksesuaian. Tidak seperti jika menggunakan konektor charger USB yang distandarisasi dan tidak ada standar pada wireless charger. Artinya berpotensi membuat pengguna merasa ribet ketika ada standar lain yang muncul.

Ada pendekatan baru yang mengurangi kerugian pelepasan panas melalui kumparan tipis, frekuensi lebih tinggi dan drive elektronik yang lebih optimal. Hal ini membuat pengisi dan penerima lebih kompak dan efisien. Selain itu dapat memfasilitasi integrasi mereka ke dalam perangkat mobile atau baterai dengan adanya perubahan yang minimal.

Demikian penjelasan singkat mengenai baterai wireless, semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *