Kelebihan dan Kekurangan Pengisian Baterai Wireless

Perkembangan teknologi saat ini mengarah pula terhadap cara pengisian baterai, jika biasanya baterai diisi menggunakan kabel charger, maka kini sudah ada baterai wireless yang bisa diisi tanpa menggunakan kabel charger.

Baterai wireless ini diisi menggunakan wireless charger atau dikenal juga dengan pengisian induktif. Pengisian ini memanfaatkan medan elektromagnetik untuk mengirimkan energi antara dua benda. Cara ini bisa dilakukan dengan memakai sebuah stasiun pengisian. Energi ini dikirim menggunakan pad induktif ke perangkat listrik yang mana kemudian digunakan untuk mengisi perangkat.

Cara pengisian induktif biasanya memanfaatkan kumparan induksi dengan menggunakan medan elektromagnetik yang ada dalam stasiun pengisian. Kemudian kumparan induksi kedua di perangkat portabel memanfaatkan daya dari medan elektromagnetk serta mengubahnya menjadi arus listrik yang bisa digunakan untuk mengisi baterai.

Keuntungan Pengisian Wireless Charging

Penggunaan wireless charging ini bisa menurunkan resiko terhadap sengatan listrik karena tidak adanya konduktor. Wireless charging ini juga memiliki perlindungan koneksi, seperti tidak adanya korosi karena perangkat wireless charging tertutup keseluruhan. Penggunaannya juga lebih aman jika digunakan untuk implan medis sehingga memungkinkan pengisian melalui kulit dibandingkan memakai kabel yang menembus bagian kulit. Wireless chargng juga terbilang lebih aman dibandingkan jika harus dihubungkan dengan kabel listrik. Alat ini juga lebih mudah digunakan dibandingkan dengan harus mencolokkannya ke kabel listrik.

Baca Juga: 4 Portable Wirelles Mobile Wifi

Kekurangan Pengisian Wireless Charging

Wireless charging ini memiliki efisiensi yang lebih rendah sehingga meningkatkan pemanasan resistif dibanding menggunakan kontak langsung. Wireless charging juga lebih mahal karena membutuhkan drive elektronik serta kumparan pada charger dan perangkat elektronik. Dikarenakan efisiensi yang rendah, penggunaan wireless charging ini juga membutuhkan waktu lebih lama dalam pengisian daya. Untuk penggunaannya sendiri, memang kurang nyaman, ketika mengisi wireless charging tidak bisa digunakan atau dioperasikan karena tidak bisa digerakkan secara bebas seperti halnya ketika menggunaan kabel, karena dalam pengisian wireless harus diletakkan di atas pad. Tidak adanya standar khusus penggunaan wreless charging seperti halnya penggunaan charger MicroUSB yang ada standarisasinya. Hal ini tentunya membuat produsen atau konsumen lebih ribet.  

Namun, dengan adanya pendekatan baru yang mana bisa mengurangi kerugian pelepasan panas lewat adanya penggunaan kumparan yang tipis, frekuensi lebih tinggi, serta drive elektronik yang dimaksimalkan. Hal ini akan membuat penerimaan dan pengisian lebih kompak serta efisien serta bisa memfasilitasi integrasi dalam perangkat baterai serta smartphone dengan perubahan seminimal mungkin.

Terlepas dari adanya kekurangan pengisian baterai wireless, adanya wireless charging ini tentunya menjadi langkah baru dalam peningkatan teknologi yang diharapkan dapat memudahkan pengguna smartphone ketika mengisi baterai dengan nyaman serta aman. Penggunaan wireless charging ini juga bisa menjadi bukti adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi dan informasi masa kini.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *