Mengenal Definisi dan Arti Teknologi Nano

Teknologi Nano adalah manipulasi materi pada skala atom, molekul, dan supramolekul.   Deskripsi luas awal teknologi ini adalah disebut tujuan teknologi tertentu justru memanipulasi atom dan molekul untuk fabrikasi produk macroscale, juga sekarang disebut nanoteknologi sebagai molekul. Sebuah deskripsi yang lebih umum dari teknologi ini kemudian didirikan oleh National Nanotechnology Initiative, yang mendefinisikan teknologi ini  sebagai manipulasi materi dengan setidaknya satu dimensi berukuran dari 1 sampai 100 nanometer.

Definisi ini mencerminkan fakta bahwa efek mekanika kuantum yang penting pada skala kuantum-wilayah ini, sehingga definisi bergeser dari tujuan teknologi tertentu untuk kategori penelitian termasuk semua jenis penelitian dan teknologi yang berhubungan dengan sifat-sifat khusus dari materi yang terjadi di bawah ambang batas ukuran tertentu. Oleh karena itu umum untuk melihat bentuk jamak “teknologi nano” serta “teknologi nano” untuk merujuk pada berbagai penelitian dan aplikasi yang sifat umum adalah ukuran. Karena berbagai aplikasi yang potensial (termasuk industri dan militer), pemerintah telah menginvestasikan miliaran dolar dalam penelitian nanoteknologi. Hingga 2012, melalui National Nanotechnology Initiative, Amerika Serikat telah menginvestasikan 3,7 miliar dolar, Uni Eropa telah menginvestasikan 1,2 miliar dan Jepang sampai 750 juta dolar.

Teknologi nano seperti yang didefinisikan oleh ukuran secara alami sangat luas, termasuk bidang ilmu pengetahuan yang beragam seperti ilmu permukaan, kimia organik, biologi molekuler, fisika semikonduktor, microfabrication, teknik molekuler, dll penelitian dan aplikasi yang terkait sama-sama beragam, mulai dari ekstensi fisika perangkat konvensional untuk pendekatan yang sama sekali baru berdasarkan molekul, dari pengembangan bahan-bahan baru dengan dimensi pada skala nano untuk mengarahkan kontrol materi pada skala atom.

Para ilmuwan saat ini memperdebatkan implikasi masa depan teknologi nano. Nanoteknologi mungkin dapat membuat banyak bahan baru dan perangkat dengan berbagai macam aplikasi, seperti dalam nano, nanoelectronics, produksi energi biomaterial, dan produk konsumen. Di sisi lain, teknologi ini  menimbulkan banyak masalah yang sama seperti teknologi baru, termasuk kekhawatiran tentang toksisitas dan dampak lingkungan dari Nanomaterials dan efek potensi mereka pada ekonomi global, serta spekulasi tentang berbagai skenario hari kiamat. Keprihatinan ini telah menyebabkan perdebatan antara kelompok-kelompok advokasi dan pemerintah pada apakah peraturan khusus nanoteknologi dibenarkan.

Konsep-konsep yang diunggulkan pada teknologi ini pertama kali dibahas pada tahun 1959 oleh fisikawan ternama Richard Feynman saat ceramahnya ‘Ada Banyak Ruang di Bawah’, di mana dia menjelaskan kemungkinan sintesis melalui manipulasi langsung dari atom. Istilah “nano-teknologi” pertama kali digunakan oleh Norio Taniguchi pada tahun 1974, meskipun itu tidak diketahui secara luas. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan Anda mengenai perkembangan teknologi mutakhir saat ini.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *