Microsoft dan Google Berlomba Kembangkan Artificial Intellegent

Microsoft dan Google Berlomba Kembangkan Artificial Intellegent

Sampai dengan detik ini, kalangan peneliti dari banyak perusahaan masih sibuk mengembangkan artificial intellegent. Microsoft menjadi perusahaan yang getol menggarap pengembangan teknologi ini. Belum lama ini, tim peneliti Microsoft dengan bangga mengumumkan pencapaian yang menurut mereka luar biasa. Tech Crunch melaporkan bahwa tim tersebut menciptakan suatu sistem mesin penerjemah yang diklaim memiliki tingkat akurasi yang setara dengan kemampuan manusia.

Microsoft dan Google Berlomba Kembangkan Artificial Intellegent

Proses penerjemahan tingkat tinggi ini diaplikasikan pada sajian artikel berita dan sudah menerjemahkan bahasa Mandarin ke bahasa Inggris. Perusahaan juga menyebut bahwa sistem artificial intellegent ini telah melakoni pengujian terhadap 2.000 sampel beragam dari koran online. Demi memantapkan uji coba tersebut, tim peneliti merekrut konsultan bahasa asing demi membandingkan akurasi dari hasil terjemahan sistem baru tersebut dengan terjemahan manusia.

Prestasi Microsoft ini memang bisa dibilang sebagai pencapaian luar biasa karena mesin penerjemah yang memanfaatkan kecerdasan buatan seperti ini menjadi pekerjaan rumah peneliti hingga satu dekade belakangan. “Mesin penerjemah dengan kemampuan yang setara dengan manusia menjadi mimpi yang dimiliki oleh setiap orang. Sepertinya, kami tidak menyadari bisa mencapai hal ini begitu cepat,” kata Xuedong Huang yang merupakan kepala Microsoft untuk bidang pengembangan mesin translator.

Membuat mesin dapat memahami bahasa dalam skala ini jauh lebih rumit ketimbang sekedar pengenalan suara saja karena kemampuan mesin dalam mengenali suatu artikel sangatlah terbatas. Tercatat hingga kini, kemampuan maksimal mesin penerjemah yaitu menyampaikan garis besar suatu artikel saja. Guna mengetahui apa tujuan suatu artikel tetap membutuhkan keberadaan manusia. Apa yang dilakukan oleh Microsoft dengan artificial intellegent ini juga membuka peluang lanjutan terhadap proses penerjemahan lebih natural. Microsoft juga berencana untuk menambahkan metode latihan baru terhadap sistem tersebut guna meningkatkan kemampuannya. Kelak, inovasi ini tak hanya terbatas di kemampuan penerjemah saja tapi juga membuka peluang untuk pemanfaatan pada bidang lain.

Di lain sisi, Google lewat DeepMind pun turut menggarap program kecerdasan untuk meramalkan kematian seseorang. Mesin ini akan membantu tenaga medis dalam menentukan kondisi pasien. The Next Web melansier bahwa kecerdasan buatan dari DeepMind ini diisi rekam medis 700 ribu veteran Amerika Serikat yang kemudian dipelajari. Selanjutnya mesin akan memprediksi bagaimana kondisi pasien hingga adanya kemungkinan meninggal.

Sistem ini juga dapat memudahkan tugas perawat maupun dokter untuk mengawasi pasien melalui sensor ataupun pemasangan alat pada pasien. Kelak, bukan tidak mungkin fungsi pengawasan pasien bisa digantikan oleh artificial intellegent. Mengingat tugas pengawasan oleh mesin ini bisa dilakukan di sepanjang waktu karena komputer tidak memerlukan waktu istirahat, maka fungsi pengawasan pasien pun menjadi lebih efektif dan efisien. Penggunaan sistem seperti ini juga bisa mengurangi peluang human-error pada tindakan medis.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *