Perkembangan Teknologi Instant Review Agar Lebih Adil Bagi Pemain di Lapangan

Teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia termasuk di bidang olahraga. Penggunaan teknologi di bidang tersebut berfungsi untuk mengurangi kecurangan yang bisa merugikan salah satu kubu yang bisa menjadi masalah jangka panjang, bahkan dendam tersendiri. Pengenalan dan perkembangan teknologi terus dilakukan untuk menyempurnakan teknologi yang akan diterapkan pada bidang olahraga tersebut dan salah satunya adalah di cabang bulutangkis dengan adanya teknologi instant review.

 

Instant review technology disebut juga sebagai challenge. Teknologi yang diterapkan di bulutangkis ini sangat membantu untuk menentukan apakah bola (shuttlecock) yang sudah diputuskan oleh wasit garis tersebut masuk atau tidak. Terlebih bola pada permainan bulutangkis kerap kali jatuh dengan kecepatan yang tinggi, terutama setelah smash yang memungkinkan hakim garis bisa saja salah dalam memutuskan apakah bola atau kok tersebut dalam posisi masuk atau keluar. Jikapun dari hasil review tersebut tidak sama, misalnya, hakim garis mengemukakan bola keluar namun dinyatakan masuk setelah challenge untuk pemain A dan challenge dari A, maka ada penambahan bagi pihak A.

 Baca Juga : Apa yang Dimaksud dengan Hoverboard

Teknologi instan review ini pertama kali diaplikasikan di cabang Bulutangkis saat Indonesia Super Series Premier yang diselenggarakan pada tanggal 10-16 Juni 2013. Sebelum adanya perkembangan teknologi di bulutangkis ini, intant review sudah diterapkan lebih dahulu di tenis dengan teknologi eagle eye dan di kriket. Dengan adanya teknologi tersebut bisa meminimalisir kontroversi antara pemain dan hakim garis mengenai pandangan atau putusan mengenai posisi dari jatuhnya pola. Manfaat lainnya dari adanya teknologi ini adalah bisa menambah keyakinan dari para pemain yang berada di lapangan.

 

Berdasarkan pada aturan yang sudah dibuat oleh BWF:

 

  • Baik pemain tunggal ataupun ganda akan diberi 2x kesempatan agar bisa melakukan challenge atau protes untuk 1 pertandingan.
  • Wasit akan memutarkan tayangan ulang sesaat sebelum bola jatuh baik berupa video, gratis ataupun animasi ketika bola jatuh sehingga bisa melihat posisi jatuh bola saat challenge diajukan.

 

Sebelum menggunakan teknologi instant review atau challenge ini maka pemain harus langsung atau sesegera mungkin mengajukan challenge dengan mengatakan challenge sambil mengangkat tangannya ke arah wasit. Jika tidak, maka challenge tidak akan dianggap. Jikapun setelah challenge hasil yang diterima sesuai, misalnya hakim garis mengatakan keluar dan challenge membuktikan masuk, maka kesempatan challenge masih sama yaitu 2 kali sedangkan jika gagal maka challenge akan berkurang. Dari teknologi tersebut, nantinya kedepan mungkin akan ada lagi perkembangan teknologi yang bermanfaat untuk dunia olahraga seperti di bulutangkis sehingga bisa meminimalisir kekurangan tertentu misalnya bisa membantu untuk menangani foul service yang kerap dilakukan pemain sebelum service atau masalah yang lainnya.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *