Teknologi nano Dalam Bidang Kedokteran

Perubahan iklim dan pola hidup manusia pada zaman ini membuat beberapa dampak besar pada kehidupan manusia. Kini, mulai banyak bermuncul berbagai jenis penyakit yang sulit sekali dicari obatnya. Beberapa di antaranya adalah penyakit kanker dan penyakit HIV/ AIDS yang sungguh merupakan jenis penyakit mematikan yang hingga detik ini belum diketemukan solusi obatnya. Berbagai macam teknologi dikembangkan untuk mengatasi. Dari mulai teknologi kemoterapi hingga teknologi medical elektronik. Namun, ternyata, semua itu masih menjadi proses dalam penelitian.

Maka, kali ini, teknologi nano mulai diperkenalkan dan dikembangkan. Teknologi nano sendiri adalah teknologi yang mampu membuat manipulasi partikel sampai pada bagian yang terkecil atau bagian atomik atom. Dengan teknologi ini, para pelaku medis mengembangkan sebuah cara untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan sel.

Kanker misalnya, adalah salah satu penyakit yang ditimbulkan oleh mutasi genetik pada sel tubuh manusia. Mutasi ini membuat sel tubuh menjadi tak terkontrol, dan menyebabkan penjalaran pada system jaringan manusia. Pola inilah yang terjadi pada pengidap kanker payudara dan kanker pembuluh darah.

Teknologi nano mampu memanipulasi sebuah partikel obat menjadi bentuk atom yang sangat kecil. Sehingga, disinilah fungsi teknologi nano itu bekerja. Obat dimasukkan dengan metode nano sebagai penghantar obat. Dengan inilah obat mulai bekerja melakukan detoksfikasi terhadap penyakit kanker tersebut. Ia bekerja mengurai racun dan masalah terhadap sel tersebut. Proses ini terjadi dalam bentuk nano.

Baca Juga: Seputar Sejarah Dan Penjelasan Singkat Teknologi Nano

Apa keunggulan teknologi nano?

Teknologi nano teknologi mampu meminimalisir rasa sakit. Karena teknologi ini diterapkan pada bagian sel terkecil, sehingga sang pasien tak perlu merasakan rasa sakit yang begitu dalam. Karena, teknologi ini tak seperti operasi yang mengharuskan sang pasien untuk dibedah.

Teknologi nano memungkinkan untuk memyusupkan obat pada ranah-ranah organ yang sulit dijangkau oleh cara teknis manual. Sehingga, melalui teknologi, organ-organ tubuh yang sulit dijangkau dalam diobati dengan metode teknologi ini.

Apa dampak buruk teknologi nano?
Namun, bukan berarti teknologi nano tanpa efek samping atau kerugian. Teknologi nano adalah teknologi yang masih dalam masa pengembangan. Jadi, ia menyimpan kerentanan. Teknologi nano secara tak langsung menghasilkan debu nano. Debu ini dikhawatirkan mampu menimbulkan efek buruk terhadap manusia. Alih-alih ingin mengontrol mutasi sel. Teknologi nano justru memungkinkan terjadinya mutasi pada sel tubuh manusia. Yang tentu saja membahayakan.

Masih butuh penelitian lebih lanjut

Teknologi nano dirasa masih belum sepenuhnya sempurna. Maka, sangat diperlukan sebuah penelitian yang lebih lanjut. Teknologi nano masih sering diuji cobakan pada makhluk makluk yang memiliki kemiripan genetis dengan manusia, seperti tikus. Teknologi ini juga masih diteliti dengan pengamatan mikroskop electron yang mampu mengamti bentuk partikel sampai pada bagian yang paling mikro.

Dan semoga saja teknologi nantinya benar-benar sempurna.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *